Bersihkan Sampah Kota Subang

Dalam rangka memeriahkan hari kebersihan dunia atau biasa disebut dengan World Cleanup Day 2019, maka pada hari sabtu, 21 September 2019 kota Subang ikut memeriahkan bakti sosial yang bertempat di beberapa rute khususnya rute Pujasera – Alunalun dan Pujasera – Wisma Karya – Alunalun. Kegiatan WCD 2019 mempunyai tema yaitu “Gerakan Selingkuh” yang artinya adalah “Selamatkan Lingkungan Hidup”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa peduli serta tanggung jawab terhadap setiap individu akan pentingnya lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Gerakan Selingkuh dalam rangka World Cleanup Day diikuti oleh 150 orang beserta panitia penyelenggara yang berasal dari sejumlah mahasiswa/i ormawa STIE Sutaatmadja, SMAN 1 Pabuaran, Dinas Lingkungan Hidup, Grab, Pasukan Maung Subang, Pecinta Alam Jalan Cagak, Rumah Inspirasi, dan beberapa kelompok lainnya yang ada di kota Subang.

Bakti sosial yang dilaksanakan pada hari ini dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah peserta dari Ormawa kampus STIE Sutaatmadja memulai kegiatan ini dengan pemberangkatan dari kampus STIE Sutaatmadja menuju Pujasera sebagai titik awal perkumpulan peserta bakti sosial WCD 2019. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta mendengar pembukaan sambutan dari panita penyelenggara dan beberapa kali jargon di ucapkan dengan penuh semangat. Setelah itu, para peserta menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen perwakilan dari ormawa kampus STIE Sutaatmadja. Diikuti pembagian rute menjadi 2 rute dan 3 kelompok yaitu kelompok 1 & 2 melakukan bakti sosial peduli lingkungan dengan rute menuju alun – alun kota Subang sedangkan kelompok 3 mendapat rute bagian sepanjang jalan menuju Wisma Karya.

Pukul 09.20 WIB para peserta berkumpul di alun-alun dan beristirahat sejenak, setelah itu para peserta digiring oleh panitia penyelenggara untuk dapat berfoto bersama di Tugu Benteng Pancasila sebagai kenangan, bahwa pada tanggal 21 September 2019 telah dilaksanakannya bakti sosial Gerakan Selingkuh “Selamatkan Lingkungan Hidup” dalam acara World Cleanup Day 2019 bertempat di kota Subang, Jawa Barat.

Kegiatan ini berdampak positif bagi khalayak ramai, yaitu masyarakat sekitar dan para peserta khususnya mahasiswa/i kampus STIE Sutaatmadja. Kegiatan Gerakan Selingkuh “Selamatkan Lingkungan Hidup” dalam acara World Cleanup Day 2019 ini mengajarkan, bagaimana hidup sehat dengan peduli lingkungan sekitar dimulai dari membuang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan plastik, dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Gedung Sate : Bangunan ikonik yang bersejarah

Pada tanggal 30 Maret 2019, Tim Jurnalistik STIESA SUBANG mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Museum Gedung Sate ini.

Awal mula, Gedung Sate dibangun karena adanya rencana pemindahan ibukota dari Batavia ke Bandung. Kenapa pemerintah Belanda memilih Bandung sebagai tempat pemindahan ibukota? Karena Bandung letak kotanya sangat strategis, berada di dataran tinggi, dengan udara yang sejuk, sehingga pemerintah kolonial Belanda memilih kota ini.

Gedung Sate dibangun tahun 1920-1924 di Wilhelmina Boulevard (Sekarang Jalan Diponegoro) dengan peletakan batu pertama oleh Nona Johana Catherine Coops yang merupakan putri sulung dari Walikota Bandung B. Coops dan Nona Petronella Roelofsen yang mewakili Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia. Gedung Sate merupakan karya monumental arsitek Ir. Gerber. Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan langgam arsitektur tradisional Indonesia dengan teknik konstruksi Barat, sehingga disebut Indo-Eropeesche Architectuur Stijl. Pada puncak atap tumpak terdapat ornamen berbentuk tiang dengan 6 bulatan yang mirip dengan bentuk tusukan sate sebagai lambang biaya pembangunan gedung sate sebesar 6.000.000 gulden atau sekitar kurang lebih 50 milyar rupiah dengan kurs rupiah pada waktu itu.

Pada 1924, Gedung Sate selesai dibangun. Tempo dulu gedung ini disebut gedung Gouverments Bedrijven (GB). Gedung ini mendapatkan nama gedung sate dari bentuk ornamen di puncak atap tumpak tersebut. Lingkungan dan perumahan di sekitar komplek kantor Gouverments Bedrijven – GB (Gedung Sate) sangat asri dan teratur. Bangunan yang dibangun di sekitar Gedung Sate tingginya tidak boleh melebihi tinggi gedung sate dan harus beratap sirap. Karena Gedung Sate ini dulunya dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menjadi kantor pusat pemerintahan. Maka, Gedung Sate ini dibuat sekokoh mungkin agar tidak bisa ditembus oleh musuh. Dan pada saat ini Gedung Sate dijadikan sebagai kantor pemerintahan gubernur Jawa Barat.

Nah, di dalam Museum Gedung Sate ini terdapat foto para pejuang Gedung Sate yang gugur didalam pertempuran yang terjadi pada tanggal 4 Oktober 1945, Kota Bandung dikepung oleh tentara sekutu. Pada saat itu, Gedung Sate masih berfungsi sebagai kantor Pekerjaan Umum (PU). Dan, tentara sekutu meminta gedung sate untuk diserahkan kepada mereka. Namun, para Pekerja di kantor PU tersebut menolak untuk menyerahkan gedung sate kepada tentara sekutu. Maka, pertempuran sengit pun tidak bisa terelakan lagi. Pertempuran pun melibatkan 21 orang pemuda pekerja di kantor PU, namun sayang dari 21 orang pemuda 7 diantaranya menghilang. Dan tentara sekutu pun menghentikan aksi gencatan senjatanya. Dan setelah beberapa tahun ditemukan 4 orang dari 7 orang pemuda yang menghilang tersebut, kerangka nya pun dipindah kan ke Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

Selain, foto para pejuang Gedung Sate. Didalam museum ini, perangkat-perangkatnya sudah dilengkapi dengan perangkat berteknologi tinggi, contoh nya saja terdapat maket tiruan gedung sate yang dimana maket nya itu bisa terbelah menjadi 2 dan bisa memperlihatkan isi didalam gedung sate, adanya teknologi Virtual Reality (VR) yang bisa membuat kita seolah-olah berada di atas balon udara yang bisa melihat pemandangan Gedung Sate, adanya bioskop yang menceritakan tentang gedung sate, terdapat replika sirine yang ada di gedung sate yang pada awalnya fungsi sirine itu digunakan untuk alarm peringatan jika ada yang akan menyerang gedung sate, dan radius suara nya itu bisa terdengar sampai 40 km, didalam gedung sate ini juga terdapat sebuah ruangan dimana di ruangan tersebut terdapat pekerja bayangan dan jika kita masuk seolah-olah kita menjadi mandor disana, dan yang pasti tempatnya juga bisa dipake selfie buat kamu yang suka selfie kok. Hehe..

Nah, temen-temen ini adalah foto-foto Gedung Sate dari pertama sudah jadi bangunan hingga sekarang.

Sumber :

Buku BANDUNG; Kilas Peristiwa di Mata Filatelis Sebuah Wisata Sejarah

Gedung Sate: landmark bersejarah ikon Kota Bandung